Terdapat banyak sistem yang diatur oleh seorang kontraktor ME (Mekanikal Elektrikal) dari mulai pemasangan listrik, ventilasi, pencahayaan dan suara. Semua merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan, walaupun memiliki fungsi dan manfaat berbeda-beda. Sebuah gedung dapat berfungsi dengan baik, bila semua sistem berjalan dengan baik tanpa ada kendala. Perencanaan dan pemeliharaan berjalan secara bersamaan dimana lebih baik diserahkan pada pihak yang sama. Dengan demikian tidak ada ketimpangan sistematis dalam memastikan semua sistem tata suara aman dan berfungsi baik.

Tata Suara Gedung yang Sistematis

Semakin besar gedung maka semakin kompleks sistem suaranya. Penataan suara pada bangunan berbentuk sebuah sistem terintegrasi dengan jasa instalasi listrik yang terpadu. Karena suara tidak dapat terdengar dengan jangkauan jauh seluar bangunan bila letak sumber suaranya berjauhan.  Jaringan yang digunakan untuk menghantarkan suara pada bangunan biasanya digabungkan dengan sistem gedung lainnya seperti keamanan, tanda bahaya, dan sistem pengaturan waktu. erangkat apa saja yang diperlukan pada suatu sistem suara bangunan.

1. Microphone

Terdapat area khusus yang menangani pemberitahuan dan komunikasi lainnya yang digunakan oleh bedung besar sekalipun. Oleh karena itu tidak digunakan sembarangan dan harus terpantau dan sesuai prosedur penyiaran yang telah disusun terlebih dahulu oleh pihak managemen. jadi tidak sembarang orang dapat menggunakannya. Selain itu setiap pemberitahuan yang sudah terjadwal perlu mengikuti sistem agar berjalan dengan baik. Hal-hal yang disebarkan dalam bangunan seperti penanda bahaya, pemberitahuan dan pengumuman tertentu.

2. Amplifier

Suara yang diambil melalui microphone menggunakan amplifier untuk dapat mengatur tata suara, apakah terlalu kecil, mengatur suara bass dan masih banyak lagi efek suara yang dapat dihasilkan amplifier sehingga kualitas suara yang didengar oleh orang memiliki kejernihan dan kejelasan yang baik.  Alat ini sangat bermanfaat untuk mengolah suara yang terlalu kecil menjadi cukup keras untuk dapat didengar dan begitu pula bila suara yang dikeluarkan kerlalu keras.

3. Speaker

Suara yang telah diproses oleh amplifier kemudian dikirimkan melalui speaker ke berbagai area di gedung. Dengan demikian suara dapat tersebar dan mencapai banyak orang dengan penggunaan speaker yang banyak dan ditempatkan dibeberapa tempat. Penempatanya pun sudah dihitung dan dipastikan menjangkau tiap sudut ruangan.

4. Mixer 

Ini adalah bagian yang terdapat antara panel. Di tempat tersebutlah suara diproses dan ditransmisikan denga waktu real-time. Walaupun sangatlah cepat prosesinya namun mixing yang kurang pas dapat berdampak dengan kualitas berita yang diterima, apakah terdistorsi atau tidak.

5. Sentral Sound Power

Setelah pengumuman dikeluarkan melalui mic maka kemudian diolah kembali di dalam sound power amplifier yang terpasang di setiap lantai dan semakin tersebar dengan bantuan yang terdapat di setiap lantai dan disebarkan ke speaker. Untuk mengatur kerasnya kecilnya volume dan sounding lainnya yang menangkap signal suara (prgram Source) dan menyebarkannya.

6. Terminal Box

Merupakan sistem tata suara pusat yang mengatur instalasi kabel dri langit-langit yang dihubungkannya. Kabel instalasi yang dipasang dari atas bangunan mengunakan ceiling dan home speaker yan disatukan dengan dihubungkan semua koneksi melalui kabel instalasi yang diatur dalam terminal box.

Ternyata terdapat banyak elemen yang mempengaruhi suati penataan di dalam bangunan. Keseluruhanya memerlukan kontraktor ME untuk memastikan pasokan listrik cukup memadai untuk menggunakan penataan suara dalam ruangan perkantoran. Semua saling terkait dan perlu dilakukan pengecekan berkala agar selalu dalam kondisi siap pakai.